Festival Cerita Jakarta 2017

PENGISI ACARA

Menampilkan 38 pengisi acara.

Anggrita Cahyaningtyas

Anggrita adalah penulis & staf komunikasi di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang bertugas mempromosikan sains agar lebih mudah dipahami khalayak luas. Sebelumnya ia adalah jurnalis di Tempo dan pernah menulis isu-isu pembangunan, politik, hukum, serta ekonomi. Anggrita berpengalaman melakukan wawancara eksklusif dengan sejumlah tokoh termasuk Joko Widodo dan B.J. Habibie.

Ayu Meutia

Ayu Meutia membagi waktu antara puisi dan periklanan. Ia adalah penulis dan penggiat puisi terutama untuk syair lisan (spokenword). Ia juga merupakan salah satu penggagas Unmasked Poetry Open Mic, penyelenggara panggung puisi berkala di Jakarta. Pada tahun 2016, Ayu menerbitkan kumpulan puisinya yang berjudul Tigress yang sempat diluncurkan di Ubud Writers and Readers Festival 2016. Ia membuka persembahan puisi Sarah Kay dan Phil Kaye pada bulan Januari 2016 di Jakarta dan membawa puisinya ke Kuala Lumpur dan Mumbai. Ayu menulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Cerita Dalang

Cerita Dalang menggabungkan kata 'cerita' dan 'dalang'. Kata 'dalang' juga merupakan akronim dari 'daur ulang'. Cerita Dalang atau cerita dengan menggunakan bahan daur ulang merupakan sebuah inisiatif yang mendorong anak-anak untuk bermain melalui proses pembuatan dan pengkreasian cerita melalui bahan-bahan daur ulang yang terdapat di sekitar mereka. Karya Cerita Dalang dapat dilihat di film motion animation berdasarkan cerita dan kreasi dari anak-anak, website www.ceritadalang.com, dan sebuah buku cerita. Melalui pelatihan kreatif, Cerita Dalang ingin menyampaikan pesan akan pentingnya bermain dan membuat cerita untuk semua anak di Indonesia.

Clarasia Kiky

Clarasia Kiky mencintai dunia kata. Ia menulis puisi untuk dibacakan di berbagai kesempatan. Bersama Waktu Jeda, ia membawakan pertunjukan puisi dan musik di atas panggung. Selain menekuni puisi, ia juga menulis karya lain. Buku pertamanya dalam seri Bongkar Pasang, yang berjudul Bongkar Pasang Negeri 5 Menara ia tulis bersama rekannya, Lea Setyaningrum pada tahun 2015. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, buku tersebut dimaksudkan untuk membantu remaja dalam membedah karya sastra. Beberapa cerpennya juga tergabung dalam antologi yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Perempuan, Childhood Memoir Project, dan Komunitas 30 Hari Bercerita. Selain berbicara di berbagai lokakarya, saat ini Kiky sedang fokus menyelesaikan penyusunan tesisnya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Corry Elyda

Reporter harian The Jakarta Post, yang saat ini bertugas di redaksi Liputan Khusus (Special Report). Alumni Universitas Gajah Mada yang mencintai film, juga merupakan editor Bahasa Inggris untuk situs kritik film cinemapoetica.com/en.

David Irianto

Latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual membawa David masuk ke dunia publikasi niché berorientasi desain. Mengawali karier sebagai desainer di Majalah Concept—publikasi ikonis yang pernah menjadi benchmark desain grafis nasional, ia didapuk sebagai salah satu Bibit Unggul oleh Indonesian Graphic Design Award melalui kompetisi tugas akhir nasional, TUAI IGDA. Salah satu karya desain publikasinya di Majalah ELLE Indonesia juga pernah diganjar Merit Winner oleh Society of Publication Designers dan diterbitkan di buku 48th Publication Design Annual.

 

Berbekal passion-nya terhadap dunia desain ia juga mengasah kemampuan untuk menilai dan menelaah berbagai aspek seni dan desain yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Hal ini kemudian membuatnya beroleh peran sebagai Editor-at-Large di majalah ELLE Decoration, di mana ia mengurasi dan mensupervisi konten tulisan maupun artistik yang relevan sekaligus estetis, serta mendirikan Simpul.Group, sebuah biro kreasi konten kreatif yang berfokus pada karya publikasi klasik seperti buku dan eksperimentasi medium publikasi baru. Karya tulisnya antara lain berupa tesis pernah dipresentasikan pada acara Internasional Conference of Entrepreneurship and Business Management 2014 di Malaysia, dan telaah soal desain grafis Indonesia lewat review pameran Seek-a-Seek di rubrik Klass Harian Kompas (14/07/2016). Ketertarikannya yang luas pada bidang lain membuatnya menyelesaikan studi Magister Sains di bidang Psikologi dan juga aktif sebagai volunteer acara konferensi multidisiplin TEDxJakarta sejak tahun 2010 sampai menjadi co-curator untuk acara ke-12 tahun ini. Pengalaman kurasi konten multi-disiplin ini juga membawa David berperan sebagai head-of-content IDEAFEST 2017 dan menjadi project manager kolaborasi “take-over” tampilan Harian Kompas oleh 35 visual artist muda untuk edisi khusus Sumpah Pemuda 2017.

Deny Setiawan

DENY SETIAWAN berprofesi sebagai sutradara video komersial. Ia memulai karirnya dengan menyutradarai 26 episode program televisi "Diary of Bunda," sebuah program edutainment seputar ibu & anak dan 4 episode program televisi "Jalan Sesama" (Sesame Street Indonesia). Tahun 2011, ia menjadi asisten sutradara Garin Nugroho untuk film sejarah "Soegija". Setelah itu pada tahun 2012, ia memulai karirnya sebagai dosen di Kelas Dokumenter dan Drama Televisi di Universitas Bina Sarana Informatika, sembari memulai pendidikan S2-nya. Lalu ia juga menjadi Direktur Festival Sinema Eropa di Universitas Indonesia di tahun 2013. Tahun 2014, ia kembali menyutradarai beberapa video komersial dan salah satunya adalah webseries komedi “OTEWE.” Tahun ini ia juga sempat  turut berbagi ilmu film dokumenter untuk kelas Hak Asasi Manusia di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Kemudian bersama RANGKUL, ia berbagi ilmu membuat video iklan layanan masyarakat kepada siswa-siswi SMA Kanisius & SMA Al-Izhar Jakarta.

 

Deny memiliki gelar Sarjana Seni dari Institut Kesenian Jakarta. Pada tahun 2016, ia berhasil menyelesaikan Studi S2 program Kajian Eropa di Universitas Indonesia sekaligus menyelesaikan Kursus Bahasa Polandia di Universitas Lodz, Polandia.

Enung Karwati

Selain menjadi pendidik dan relawan, Enung juga merupakan seorang penulis. Nama pena Enung adalah Srikandi Indung Sarerea. Enung aktif menulis dari tahun 2013 hingga saat ini. Karya Enung telah diterbitkan dalam 28 buku antologi bersama dan 1 buku antologi tunggal yang berjudul Tarian Busur Aksara (2015).

Fitri Mayang Sari

FITRI MAYANG SARI adalah PNS muda di Kementerian Keuangan sekaligus social media influencer yang memiliki passion di bidang fotografi portrait. Pada tahun 2014, ia memulai proyek “Orang Jakarta” dengan misi mengangkat cerita seputar orang-orang yang ia temui secara acak di Jakarta. CEO Airasia Tony Fernandes, menghadiahinya sebuah kamera Fujifilm X100T guna mendukung proyeknya tersebut. Selama tahun 2015 Fitri telah mewawancarai lebih dari 200 orang. Fitri pernah memamerkan hasil fotografinya dalam suatu pameran di Post Santa. Ia pun pernah berbicara di TEDx STAN mengenai “Driving People To Talk With Strangers”.

Granasti Aprilia

Granasti Aprilia atau biasa dipanggil Asti. Lulusan Psikologi yang gemar bermain dan berinteraksi dengan anak-anak. Memiliki ketertarikan dengan dunia mendongeng sejak masa kuliah, saat bergabung dengan teater boneka sebagai pemain boneka. Sejak saat itu, jatuh cinta dengan dunia story telling dan kegiatan yang berkaitan dengan dunia sosial dan anak anak. Saat ini, Asti masih sering beberapa kali mendongeng untuk anak PAUD atau mendongeng di Ruang rawat anak di Rumah Sakit bersama komunitas Sahabat Bangsal Anak.

Maudy Koesnaedi

Maudy Koesnaedi Meijer adalah None Jakarta 1993. Dikenal sebagai tokoh Zaenab dalam serial TV Si Doel Anak Sekolah. Ia mendapatkan penghargaan di Panasonic Award Tahun 2002 sebagai Pembawa Acara Variety Show Wanita Favorit. Selain itu, pada Pesta Perdana ke-7 tanggal 14 Mei 2004, Maudy juga dinobatkan sebagai Best Regional Actress dalam perannya dalam Sinetron Dua Wajah. Pada tahun 2008, ia mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Berbahasa Indonesia Terbaik. Untuk perannya di FTV Si Doel Anak Pinggiran, Maudy mendapatkan penghargaan Piala Vidia Tahun 2011 sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Pada Mei 2013, pada pergelaran Cannes Film Festival, Maudy mendapatkan penghargaan Best Dress. Dan pada Indonesian Movie Awards 2014, Maudy mendapatkan penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk perannya di film Soekarno, di mana beliau berperan sebagai Ibu Inggit Ganarsih. Selain sebagai Brand Ambasador utk produk kecantikan, saat ini Maudy Koesnaedi aktif menjadi produser pertunjukan Teater Abnon Jakarta bertujuan melestarikan Budaya Betawi. Bulan November 2017 ini berperan sebagai Citraresmi dalam Teater Tari Citraresmi dan sebagai Ratu Kalinyamat dalam pementasan Wayang Orang. Maudy akrab dan menikmati puisi sejak kuliah di Sastra UI. Maudy pernah ikut pementasan puisi untuk Sapardi Djoko Damono, dengan Endah & Rhesa untuk puisi religi dan ikut membacakan puisi yang direkam utk teman2 tuna netra.

Meiliza Laveda dan Edelleit Rose

Meiliza Laveda dan Edelleit Rose yang akrab disapa Mei dan Rose adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Mei yang berasal dari Program Studi Belanda dan Rose dari Program Studi Rusia mempunyai ketertarikan dan hobi yang sama dalam bidang seni, yaitu handlettering. Mereka bertemu dan kenal sejak masa-masa mahasiswa baru dan ospek. Dari situ mereka kemudian mengikuti kepanitiaan yang sama dan pada akhirnya mereka sepakat untuk membuat usaha yang menjual jasa lettering bernama kurcacius. Kurcacius ini baru didirikan awal tahun 2017 ini. Selain mengurus bisnis Kurcasius, Mei aktif di kepanitiaan kampus jurusan dan universitas. Sementara itu, Rose aktif juga di organisasi BEM FIB UI menjadi wakil biro bidang Seni.

Mira Vitania

Mira Vitania adalah pendiri Cerita Perempuan, sebuah wadah dukungan bagi para perempuan untuk mengembangkan diri dalam meraih cita-cita bersama. Vita berperan sebagai anggota tim editorial blog Cerita Perempuan dan juga sebagai perwakilan Cerita Perempuan di Jakarta.

Nadia Silvarani

Silvarani lahir pada 6 September 1988 di Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan di S-1 Sastra Prancis UI dan Magister Komunikasi di universitas yang sama, Silvarani melanjutkan hobi menulisnya. Beberapa karya yang telah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama adalah Bintang Jatuh, Love in Paris, Love in London, Love in Kyoto, dan novel yang diadaptasi dari beberapa skenario film Indo´┐żnesia terkenal seperti L’eternita Di Roma, L’Amore Di Romeo, Ada Apa dengan Cinta, Super Didi, 3 Srikandi, dan Zodiak Apa Bintangmu? Di penerbit Grasindo, Silvarani menerbitkan novel Soulmate on The Backstage, 999+ Kosakata Prancis-Indonesia-Inggris, dan Safe&Fun Traveling to Japan for Girls. Di akhir tahun ini, Silvarani akan menerbitkan novel Reverse dari penerbit Falcon Publisher. Bagi Silvarani, menulis dapat membuatnya berkomunikasi dengan para pembaca yang sudah dikenalnya maupun belum dikenalnya. Selain menulis, Silvarani yang juga seorang guru bahasa Prancis mempunyai hobi menonton film, mendengarkan musik, berbincang-bincang dengan para sahabatnya, memasak, traveling, dan aktivitas menginspirasi lainnya.

Nana dan Daru

Herdiana Riani Putri & Herdaru Wisnumurti yang akrab disapa Nana dan Daru sehari-hari menjalani profesinya sebagai bankir dan orangtua dari seorang putra yang menggemaskan. Nana adalah lulusan Business IT RMIT, sementara Daru telah menamatkan studi S1 Economics di Strayer University dan S2 MBA di UGM. Pasangan ini bertemu dan jatuh cinta melalui fotografi. Daru senang memotret sejak lama, kadang-kadang bermain bass dan memasak (anything with butter), Apple Pie buatannya yang lezat telah dijual di Kopi Mana Tebet dan Community Cafe Bintaro. Nana menemukan kegembiraan yg terpendam dalam memotret sejak bertemu dengan Daru, selain itu Ia juga suka menikmati kopi dan saat ini sibuk mengelola usaha barunya "KOPI BANKIR". Hasil karya Nana kerap dipublish ulang melalui media sosial, media cetak dan elektronik. Nana membagikan petualangan hidup keluarga kecilnya dan kisah-kisah perjalanan mereka  dalam sebuah blog berjudul littlefamilybigcitylife.wordpress.com. Hasil jepretan dan cerita mereka berdua juga dapat diintip lewat account instagram @just_nana dan @hwisnup.

Nike Prima

Simpel, fungsional, modern, mencintai hal detil. Musik adalah cinta pertamanya yang membawa Nike Prima ke tempat dimana ia kini berada. Menghabiskan masa kecil di tiga daerah di Indonesia. Pekerjaan pertamanya di Stasiun TV lokal membawanya pada kesempatan bekerjasama dengan Miranti dan pada akhirnya mendirikan situs kreatif livingloving.net bersama. Livingloving.net berisi mengenai kumpulan inspirasi kreatif, lifestyle, Do It Yourself, Home and Decor, Resep-resep, Perjalanan, dan Rekomendasi Blog. Sejak tahun 2010-2015 Ia bergabung dengan Creative Consultan, Yoris Sebastian's project, Creative Junkies sebagai produser kreatif. Nike menikmati peranannya sebagai ibu, istri dan perempuan beruntung yang mencintai kesehariannya.

Nirwan Ahmad Arsuka

Nirwan Ahmad Arsuka lahir di Kampung Ulo, Barru, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan formal di Teknik Nuklir, FT-UGM, 1995. Semasa awal kuliah di Yogyakarta, ikut mendampingi anak-anak dan warga Pinggir Kali (Girli) Code. Bersama teman-temannya ia kemudian mendirikan kelompok studi MKP2H (Masyarakat Kajian Pengetahuan, Peradaban dan Hari Depan) dan kelompok aksi GEMPURDERU (Gerakan Masyarakat Purna Orde Baru). Editor tamu untuk Sisipan Budaya Bentara  Kompas, anggota Dewan Kurator Bentara Budaya Jakarta (BBJ), dan direktur di Freedom Institute. Tercatat sebagai associate member The Long Riders Guild, organisasi internasional pertama para penunggang kuda jarak jauh sedunia.

 

Selain di Harian Kompas, tulisannya juga muncul di jurnal Inter-Asia Cultural Studies dan International Journal of Asian Studies. Menulis Two Essays (BTW, Lontar, 2016. Edisi 3 bahasa: Indonesia, Inggris, Jerman) dan Percakapan dengan Semesta (Yogyakarta: Circa, 2017). Sejak 2014, bersama sejumlah kawan, aktif membangun Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia, gerakan literasi yang mengandalkan kekuatan masyarakat dan menyebar dengan kuda pustaka, perahu pustaka, bendi pustaka, motor pustaka, dan aneka wahana pustaka lainnya.

Patricia Wulandari

Patricia Wulandari adalah co-founder dari Catalyst Arts, sebuah platform seni visual yang fokus pada art scene alternatif di Indonesia. Selain melakukan pekerjaan di balik layar bersama Catalyst Arts, Patricia juga suka membaca, terutama buku non fiksi, bermain dengan kucing, dan merekam kesehariannya dalam bentuk tulisan.

Prasanti Widyasih (Asih)

Prasanti Widyasih (Asih) adalah pendiri Cerita Perempuan, sebuah wadah dukungan untuk perempuan yang ingin mengembangkan diri dalam berjuang meraih cita-cita. Dalam laman ini kami akan membahas secara terbuka permasalahan-permasalahan yang dihadapi perempuan (baik di dunia kerja maupun personal) dengan harapan akan membuka wawasan perempuan bahwa mereka tidak sendiri dan bahwa sebenarnya permasalahan tersebut bisa diatasi. 

Asih saat ini bekerja sebagai Staff Akademik di jurusan Teknik di Institut Teknologi Bandung, Indonesia. Lulusan doktor dalam bidang Energi Angin dari University of Tokyo ini mempunyai ketertarikan yang besar terhadap perubahan sosial sehingga ia aktif belajar mensenai isu ekonomi, politik, sosial dan lingkungan.

Pratita Chusnun

Ibu dua anak dan penggemar karya sastra anak, Tita (Pratita Chusnun) memiliki banyak koleksi buku bergambar dan buku bab untuk pembaca muda yang berbahasa Inggris. Dia menyukai beraktifitas bersama anak-anak melalui klub baca tulisnya, HereWeWrite. Klub ini bertujuan untuk menampung kecintaan anak-anak terhadap membaca dan menulis, dan kini klub ini memiliki 19 anggota. Setiap minggunya, 6 atau 7 anggota diantaranya berkumpul bersama melakukan diskusi untuk membahas karya penulis dan melakukan kegiatan tulis-menulis. Tita senang mendorong anak-anak untuk menyadari kekuatan mereka dalam menyampaikan pemikiran serta menarik orang-orang dengan ide dan cerita mereka. Beberapa proyek penulisnya dapat dilihat di www.herewewrite.com dan ig @herewewrite. Sewaktu kecil, dia banyak menghabiskan waktu sorenya di dalam perpustakaan. Oleh sebab itu, loka karya ini memiliki banyak arti baginya.

Primo Rizky

Primo Rizky mengawali karir sebagai brand consultant untuk beberapa konsultan internasional dengan klien di antaranya Telkom Indonesia, Sosro, Bank Muamalat, The Jakarta Post, hingga PLN. Pada tahun 2012, ia memutuskan untuk 'banting setir' dan mendirikan sebuah penerbit independen yang berfokus pada budaya kreatif bernama Studio Geometry. Beberapa terbitannya seperti We Indonesians Rule dan MADE IN telah dipamerkan di pameran buku internasional seperti Frankfurt Book Fair, London Book Fair, Beijing Book Fair dan Singapore Art Book Fair.

Rahmat Hidayat

Rahmat Hidayat HM adalah founder dan project manager The Floating School, sebuah kapal semi tradisional yang membawa buku, alat tulis, bahan ajaran pendidikan dan mentor-mentor mengelilingi pulau-pulau di Pangkep Sulawesi Selatan untuk memberikan kemudahan bagi anak-anak dan pemuda di pulau mendapatkan ilmu dan keterampilan. Rahmat  yang telah mengantongi gelar MBA dari UGM memutuskan meninggalkan dunia korporat untuk fokus mengembangkan The Floating School sejak Desember 2016.

Rakhmawati Fitri Putranti

Menangani partner untuk wholesale bisnis di Telkom Indonesia. Lulusan Institut Teknologi Bandung yang mengisi waktunya dengan berusaha mempelajari dunia melalui traveling, buku, dan postcrossing.

Rangkul Project

RANGKUL adalah program pemuda yang didanai oleh Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Amerika Serikat dan dikelola oleh World Learning. Bertempat di Jakarta, misi program RANGKUL adalah menyatukan kaum muda dari berbagai latar belakang untuk berkolaborasi dan membangun hubungan yang berarti mengenai perbedaan mereka. Program ini secara khusus berfokus pada pemberdayaan pemuda melalui media digital dan dialog antaragama. Ini adalah tahun pertama program RANGKUL.

RANGKUL adalah program pemuda yang bertujuan untuk mengumpulkan generasi muda Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang dan menyediakan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang berarti dan kolaborasi di luar perbedaan yang mereka miliki melalui digital media. Secara khusus, tujuan dari program ini adalah (1) menguatkan kapasitas di area kepemimpinan, penanganan konflik, komunikasi antar budaya, dan literasi media; (2) mempersiapkan peserta dengan pengetahuan dan kemampuan untuk memproduksi proyek foto dan video untuk mempromosikan pesan toleransi dan membangun kedamaian di bawah mentorship dari para ahli di bidangnya; dan (3) memberikan siswa-siswi kesempatan untuk membagikan proyek mereka ke masyarakat luas. 

Di Agustus 2017, 30 siswa siswi dari SMA Al-Izhar Pondok Labu dan SMA Kanisius Menteng berpartisipas dalam program ini. Bersama-sama, peserta ini membuat empat proyek media digital, dua di antaranya akan dipresentasikan di Festival Cerita Jakarta. Proyek digital ini dapat diakses di channel YouTube kami di  http://bit.ly/RANGKULPROJECT. Untuk informasi lebih jelas dapat dilihat di instagram account kami di: @RangkulProject.

Reisky Handika

Reisky Handika merupakan salah satu pemuda terpilih dari ribuan yang mendaftar sebagai Pengajar Muda dalam program Indonesia Mengajar, sebuah program sukarelawan untuk menyebarkan pendidikan ke daerah-daerah terpencil yang masih terbelakang di Indonesia. Reisky atau biasa dipanggil Eki, menjadi seorang Pengajar Muda selama satu tahun di daerah Halmahera Selatan. Ia menginisiasi serta membantu kegiatan pelatihan untuk guru serta kegiatan ekstra kurikuler seperti kompetisi olah raga dan sains. Eki lulus dari Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional. Setelah Indonesia Mengajar, hingga kini Eki meneruskan dedikasinya dalam membantu daerah-daerah di Indonesia yang belum berkembang dengan melakukan studi yang berhubungan dengan perekonomian dan kemasyarakatan.

Rendy Haruman

Rendy adalah pemuda yang gemar bermain video game dari kecil. Kesenangannya bermain game membuatnya terjun ke industri game di Indonesia untuk mempelajari secara langsung pembuatan game. Saat ini bekerja di Touchten (www.touchten.com), salah satu perusahaan game lokal di Indonesia sebagai Game Producer, mengembangkan game-game seperti Dessert Chain, Teka Teki Saku, dan Warung Chain di Android dan iOS. Bercita-cita suatu saat dapat membuat game yang menyebarluaskan sejarah dan kultur Indonesia ke dunia global.

Richard Oh

Richard Oh adalah seorang penulis, pembuat film, dan wirausahawan. Ia mendirikan Reading Room, sebuah café dan lounge yang berkonsep perpustakaan, dimana pengunjung dapat membaca buku-buku sambil menikmati waktu bersantai dan menghirup secangkir kopi di sore hari. Sebelum Reading Room, Richard mendirikan toko buku QB World Books, yang merupakan pelopor toko buku berkualitas di Jakarta. Passion Richard sejak muda adalah menulis. Ia menimba ilmu di University of Wisconsin, Amerika Serikat, jurusan English Literature and Creative Writing. Namun, kembalinya dari Amerika, ia bekerja di sebuah perusahaan advertising. Sampai 15 tahun kemudian, ia akhirnya berhasil menyelesaikan novel pertamanya, dan kemudian menggeluti karir sebagai penulis, serta kemudian merambah ke dunia perfilman, dan wirausaha yang berkaitan dengan literatur. Richard Oh mendedikasikan hidupnya pada perkembangan literasi di Indonesia dengan mendirikan sebuah ajang penghargaan bagi dunia kesusastraan Indonesia sejak tahun 2000, Kusala Sastra Khatulistiwa (sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award).

Rizkyana Dipananda

Kyana, 25 tahun, mahasiswa di Wageningen University and Research, Belanda. Ketertarikannya terhadap buku dan dunia anak adalah dua pilar utama Kyana dalam memaknai kerelawanan. Buku Berjalan didirikan pada tahun 2012 di Bandung sebagai bentuk cita-cita akan Indonesia yang gemar membaca. Melalui dunia literasi Kyana percaya bahwa setiap anak di Indonesia berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkreasi dan bercita-cita tinggi.

Buku Berjalan saat ini aktif mengkampanyekan kegiatan literasi seperti membaca buku, membacakan cerita kepada anak usia dini, mendongeng serta menulis cerita anak. Saat ini Buku Berjalan telah menerbitkan jilid 1 Buku Dongeng "Kumpulan Cerita Kakak" hasil dari kolaborasi penulis dan ilustrator relawan.

Roby Abdillah

Roby adalah seorang buruh agensi yang sedang hobi menjadi tukang foto dengan project photography @cerita.berdua menyukai gambar sejak duduk di bangku SMP. Roby berprinsip untuk menjalani apa yang disenangi sambil melakukan hal-hal yg membuat orang2 disekitarnya juga senang. Akun instagram pribadinya dapat dilihat melalui @roby.abdi

Sasina (Universitas Indonesia)

Sasina adalah komunitas musikalisasi puisi dari Sastra Indonesia UI atau IKSI UI. Pertama berdiri di tahun 1996, kini di usia ke-21 Sasina masih konsisten dengan spirit sastrawinya: menyatukan alunan musik dan bait-bait puisi. Dari panggung ke panggung, dari lagu ke lagu, dari sajaksajak tentang laut hingga sajak tentang manifestasi politik telah merangkum perjalanan panjang Sasina. Tahun ini Sasina akan membuat sebuah langkah besar dengan menerbitkan buku antologi puisinya di akhir tahun. Disertai juga dengan rilisan tiga musikalisasi puisi baru. Misi budaya yang dibawakan Sasina sederhana saja: mendekatkan manusia ke dalam sastra lewat perkawinan dengan musik; dan akan begitu seterusnya.

Sebastian Partogi

Sebastian Partogi, lahir 23 Agustus 1989, bekerja sebagai wartawan, penerjemah dan copywriter di harian The Jakarta Post sejak tahun 2013, sering mengerjakan tugas jurnalistik mengenai sastra, entah berupa ulasan buku maupun profil penulis. Sebelumnya menggeluti dunia pendidikan dengan menjadi asisten dosen di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (2008-2011) dan guru di Gandhi Memorial International School (2011-2013).

Sekar Langit

Sekar Langit bekerja sebagai Business Development Manager untuk Asia Tenggara di Micromine, sebuah perusahaan Australia, penyedia solusi innovative software untuk pertambangan, termasuk eksplorasi geologis dan data management, estimasi sumber daya, desain tambang, dan perencanaan dan kontrol produksi. Sekar juga merupakan relawan di CAUSINDY (Conference of Australian and Indonesian Youth), sebagai ketua proses rekrutment.

Sekar adalah lulusan Teknik Telekomunikasi, penerima beasiswa penuh dari Kementrian Pendidikan Tinggi dan memiliki antusiasme yang tinggi terhadap Teknologi Digital. Semasa kuliah, Sekar melakukan penelitian mengenai Tenaga Arus Komunikasi dan Reduksi Gangguan dalam Frekuensi Telekomunikasi. Di waktu senggangnya, Sekar gemar membaca buku non-fiksi, memasak, traveling, bertemu dengan orang baru, dan mendesain website. Selain berbicara bahasa Inggris dan Indonesia, Sekar juga lancar berbahasa HTML, CSS, PHP, JavaScript, dan Ruby on Rails.

Sonhu Sun

Lahir di Ujung Barat Pulau Jawa, menjadi kutu buku sejak bisa membaca. Suka bertualang ke pelosok-pelosok untuk belajar bersama anak-anak kurang beruntung di sana dan menyalurkan hobi fotografi sambil eksplore alam. Motto “Read, Dream, Discover”.

Sonia Alina

Salah seorang pegawai di salah satu BUMN yang saat ini bekerja menangani dunia jaringan telekomunikasi. Selama 2 tahun terakhir aktif di kepanitiaan gerakan kerewalanan di dunia pendidikan yang mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berbagi ilmu ke penggiat pendidikan di daerah. Selain itu, ia juga pernah bergabung dalam kepanitiaan Festival Ikut Bekerja pada April 2017 lalu sebagain Ketua Tim Pendanaan. Kegiatan ini mengajak untuk ikut mengumpulkan, mengemas, dan mengirim buku dan alat bantu ajar ke taman baca yang tersebar di 24 kabupaten penempatan Pengajar Muda

Theresia Listya

Listya adalah seorang pecinta kopi yang menyukai mengajar sama seperti berjalan-jalan. Setelah menyelesaikan pendidikan S2 Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Negeri Jakarta, Ia mendirikan pusat pendidikan anak-anak bernama Kurcacil sejak 27 September 2013 di Jakarta. Baginya mengajar bukan hanya passion saja tetapi juga panggilan hati. 

Selain mengajar, Ia juga memenuhi hari-harinya dengan membaca novel, bersantai di kedai kopi, mencari petualangan  dengan menjelajah tempat tempat baru  dan  mencoba kuliner terbaru, karena ia juga penikmat makanan.

Wahyu Rizky Rahmadansyah

Mahasiswa jurusan hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Design Editor untuk Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Tahun 2015 Ia menjuarai lomba debat bahasa Inggris siswa SMK tingkat nasional di Batam. Wahyu bercita-cita menjadi staff UNHCR dan mendirikan LSM yang fokus pada penghapusan diskriminasi terhadap kaum minoritas.

Wahyu Sugianto

Wahyu Sugianto yang akrab disapa Wahjoe atau Wahwoy ini merupakan seorang Komikus Independen sejak tahun 1998. Ia juga merupakan owner studio Grafis Plankton Creative Indonesia. Pernah aktif sebagai pendiri dan ketua Masyarakat Komik Indonesia (MKI) selama 1997-2000 dan juga aktivis Walhi. Kegiatannya di seputar bidang gambar menggambar terutama komik meliputi pameran Komik Indonesia Madjoe! di Haarlem Netherland tahun 2002, Juri Lomba Poster Komik Pin-Up, Direktur Studio Grafis-Komik Paragraph selama 2003-2011, Juri Lomba Komik Jakarta Book Fair 2004, Juri Lomba Komik Festival Komik Ciputra Mall tahun 2004, Wakil Indonesia di Konferensi Artis Komik Dunia ke-7 di Korea Selatan tahun 2005, Juri Lomba Komik Bina Nusantara Computer Club tahun 2005. Sejak 2015 selain ikut mendirikan Komunitas Arkeologi Publik - LACAK ARTEFAK, Ia juga sibuk mengelola katering makanan Warung CakJoyo.

Waktu Jeda

Waktu Jeda adalah sebuah grup yang terdiri dari tiga orang seniman yang memiliki kecintaan untuk membawa puisi ke seni pertunjukan. Pembacaan puisi atau musik dan puisi, kalian bisa menamainya apapun. Waktu Jeda menggabungkan kata 'waktu' dan 'jeda' yang berarti interval atau berhenti sejenak. Di waktu senggangnya, Ruth Binari dan Daniel Abraham yang merupakan ahli di bidang musik bertemu dengan Clarasia Kiky yang menulis puisi. Bersama dalam Waktu Jeda, mereka berbagi kecintaan mereka kepada keindahan puisi dan musik ke orang lain.


@Festival Cerita Jakarta 2017 | Code: @suryast_ & @rizqinizamil | Design: @fariz_ap | fork this project | Creative Commons Licence